Jaga hatimu baik-baik, Na
Yang betul-betul menginginkanmu tak akan melepaskanmu, meski hanya dalam do’a
Ia tak akan membuatmu bertanya-tanya dengan bagaimana hatinya
Ia tak akan membuatmu resah dalam penantianmu
Perihal seseorang itu
Cukupkan ia dengan do'a-do'a terbaikmu
Karena ternyata, menerima seseorang yang mau menerima kita itu lebih baik
Waktu selalu memberi kesempatan manusia untuk berubah
Walau pada akhirnya, tak semua cerita harus diingat
Hanya saja, setiap bagian cerita itu akan selalu ada yang bisa dipetik menjadi sebuah pengalaman terbaik
Hari ini dan hari-hari setelahnya mungkin bukan hal yang mudah untuk ku
Tapi semoga aku bisa selalu menjaga
Aku hanya memberi jarak
Aku hanya memberi ruang
Agar hubunganku dengan penciptaku semakin berkualitas
Namun kutetap berdoa untuknya yang terbaik
Sebab yang kuinginkan sebuah hubungan yang Allah pun meridhoinya
Kutitipkan seseorang itu pada Allah dengan sebaik-baiknya penjagaan
Aku menitipkan seluruh perasaan ini kepada Rabb-ku
Jika kelak kita sudah disandingkan, aku ingin menjaganya dengan baik
Dan aku harap dengannya, aku bisa menjadi diriku sendiri yang lebih baik
Merencanakan hal bersama, saling membantu dan mengingatkan kesalahan masing-masing adalah hal sederhana yang ingin kulakukan bersamanya
Sebelum sampai pada hubungan yang halal, tetaplah sama-sama menjaga
Aku menjagamu dengan cara paling diam
Tapi betapa riuhnya doa-doaku naik ke atas sana
Do'a di sepertiga malamku
"Bertemu denganmu di takdir terbaik menurut Allah"
-Kd
Sumber gambar: instagram byldf
Sumber gambar: dokumentasi pribadi (lokasi Semarang)
Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyelami kehidupannya masing-masing. Menyelami samudera kehidupan, yang dalam dan bergelombang. Aku bukan perenang yang handal, bukan juga penyelam yang handal. Saat air membawa tubuhku. Kemungkinan aku akan menyatu dengan air itu. Akan ku bawa seluruh rasa yang ada dan ku biarkan larut bersama. Walau hanya sekadar rasa, tak kan ku biarkan rasa itu menghilang tanpa jejak. Agar menjadi catatan yang dapat dipahami oleh siapa yang mengerti rasa itu.
Dalam kesunyian, kekosongan, dan keheningan, ada hal yang dapat direnungkan. Di kedalaman, banyak sekali rahasia yang tak terlihat dan tak terbaca. Di antara semua rahasia itu, banyak yang pantas untuk disebut sebab semua terwujud. Menyelami kehidupan itu sendiri, akan lebih punya makna ketika bisa menyentak kesadaran. Sadar akan segala sesuatu yang tidak harus selalu beriringan dengan kemauan kita.
Kehidupan itu bagaikan lautan yang harus diarungi. Arti hidup sebenarnya ketika hati mulai lelah, namun harus tetap bertahan, ketika harapan harus menjadi kenyataan, ketika segala sesuatu harus diperjuangkan, karena usaha akan selalu berbanding lurus dengan hasilnya. Rahasia dalam kehidupan ini biarlah tetap menjadi rahasia, sedalam apapun kita menyelami kehidupan, tidak semua hal bisa kita dapatkan. Namun, kita harus tetap berikhtiar, dan percaya takdirNya pasti yang terbaik.
-Kd
Sumber gambar: dokumentasi pribadi (lokasi Masjid Nurul Iman)
Aku sedang berproses. Inginku selalu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini. Seterusnya. Tanpa henti. Aku ingin seperti itu. Aku akan terus melangkah, tidak peduli dengan hantaman kerikil tajam yang ada di depanku.
Aku sangat menikmati setiap lelah. Jika hari ini aku kuat berjalan di bawah rintik hujan, besok aku harus kuat untuk berjalan saat badai menerpa. Aku harus kuat menahan dinginnya badai tersebut. Aku tau, skenario Allah pasti terbaik. Setiap ujian dari-Nya juga pasti ada yang terbaik di balik itu semua. Aku cukup berpegangan dengan kuat atas setiap skenario yang Allah berikan. Tidak perlu kecewa, kalau pada akhirnya apa yang dinanti belum ada di depan mata. Segala bentuk ikhtiar dan rasa berserah diri yang bersamaan dengan kumpulan do'a yang telah ku langitkan, akan terbalaskan kelak jika sudah waktunya tiba.
Teruntuk diriku, semoga selalu menjadi pribadi yang tiada hentinya untuk terus berproses, dan senantiasa memperbaiki diri. Semoga Allah beri ke-istiqomah-an ini sampai akhir.
آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
🖤
-Kd
Sumber gambar: dokumentasi pribadi
Pernah gak sih merasa
insecure? Merasa
insecure itu hal yang sangat normal, karena kita sebagai manusia pasti suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Iya kan? Bahkan orang yang percaya diri terkadang suka melakukannya.
Sayangnya, kebiasaan itu bisa merampas kebahagiaan dan kedamaian dari dalam diri sendiri, jika kita biarkan berlalut-larut seperti itu. Karena itu, kita perlu melatih self acceptance untuk mencegah dan mengatasinya.
Penerimaan diri itu sendiri artinya kesadaran akan kekuatan dan kelemahan diri sendiri, perasaan puas dan merasa cukup dengan keadaan diri sendiri. Terlepas dari kekurangan dan pilihan masa lalu. Manfaat kalau kita bisa menerima diri kita dengan baik adalah mood kita pasti jadi lebih baik, bisa mengurangi depresi, rasa takut untuk gagal, emosi menjadi lebih stabil, adanya rasa kebebasan, dan hal-hal positif lainnya.
Menurutku, cara untuk penerimaan ini kita harus sadar diri dulu. Sadar akan kekurangan yang kita miliki. Sadar dan terima semua pikiran, perasaan, dan rasa sakit sepenuhnya. Lalu kita harus berlatih untuk banyak bersyukur. Setiap hari coba deh catat dan ingat apa yang sudah Allah kasih ke kita? Biasakan fokus pada hal positif saja, dan buang yang negatif. Selanjutnya kita bisa mengembangkan apa yang sudah Allah kasih ke kita. Terakhir kita hanya perlu memaafkan diri sendiri, jika hasil yang kita usahakan tidak sempurna. Kita semua pasti pernah membuat kesalahan dan akan terus melakukannya. Itu diperlukan agar kita dapat belajar dan bertumbuh jadi lebih baik. Jangan lupa menempatkan diri di lingkungan yang positif dan berkualitas. Kelilingi diri dengan orang yang bisa mempercayai dan bisa menerima kita apa adanya. Semoga bisa menemukan orang yang bisa menerima dengan baik ya!
-Kd