Sumber gambar: dokumentasi pribadi (Lokasi: Menara 165)
Hang in there..
Walaupun kadang merasa diri belum sebaik mereka yang sudah belasan tahun menuntut ilmu syar'i. Still don't go backward.
Walaupun sendirian.
Bahkan, tak jarang insecure dengan mereka yang tidak menuntut ilmu syar'i, tapi mereka selalu diberikan kemudahan oleh Allah. Semakin aku belajar, aku paham bahwa itu hanyalah perangkap kesenangan yang Allah berikan kepada orang-orang yang selalu diberikan kenikmatan dan kemudahan di dunia (istidraj).
Kadang insecure membandingkan kondisi hati sendiri sebelum dan sesudah ngaji. Allah masih kasih kesulitan, dan kesedihan sampai saat ini. Tapi insyaaAllah itu adalah kebaikan karna selalu bisa memperhatikan kondisi hati kita, senantiasa membersihkannya karena ilmu tidak akan bisa masuk pada kondisi hati yang kotor.
Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta. Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat: Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho."
Teruslah menuntut ilmu, apapun yang terjadi.
Se-simple kita mengetahui kalau meniup makanan yang masih panas itu ada larangannya, dan ketika kita tidak melakukannya karena Allah, maka kita dapat pahala.
Atau se-simple kita mengetahui adab masuk kamar mandi harus kaki kiri terlebih dahulu, dan ketika kita salah melangkah (kanan terlebih dahulu), kemudian kita mengulanginya karena mengetahui ilmu tersebut, insyaaAllah ada pahala yang kita dapat karena sudah mengamalkan apa yang Allah perintahkan, walaupun hal kecil.
Jangan pernah berhenti menuntut ilmu syar'i.
Semoga Allah selalu menuntun jalanmu.
-Tulisan seseorang semoga Allah menjaganya
 |
| Sumber gambar: dokumentasi pribadi |
Kini, bisa menjadi yang paling cepat adalah hal yang baik, ia selalu dianggap lebih unggul jika bisa selesai lebih dulu. Menjadi cepat mungkin bisa menjadi nilai plus, tapi bukan berarti menjadi yang utama, kan? Seringkali orang menganggap, telat itu sudah pasti gagal. Padahal tidak menjadi yang terdepan belum tentu berakhir gagal, sebab tergesa-gesa pun juga tidak selalu menjanjikan keberhasilan. Jadi, nikmati saja prosesnya.
Terkadang, kita hanya butuh duduk sembari merenung dan memikirkan hal-hal yang sudah kita lewati. Waktu-waktu yang telah berlalu, sebaiknya kita renungkan, "sudahkah waktu kita gunakan dengan baik?". Karena menjalankan hidup bukan sekadar berlomba dengan waktu. Tapi kita harus bisa menikmati prosesnya waktu demi waktu. Kesabaran adalah kuncinya dalam kita berproses. Sabar, selesaikan satu per satu. Satu hari berarti ada satu kesempatan. Maka gunakanlah sebaik-baiknya.
Kita tidak mungkin bisa menjadi yang sempurna. Kelebihan dan kekurangan sudah menjadi hal yang melekat dalam diri kita. Jadi tidak perlu membandingkan dengan pencapaian orang lain. Kita harus bisa melihat kekurangan yang ada dalam diri kita sebagai sesuatu untuk dibenahi. Ingat, hidup ini berotasi. Apa yang terlihat indah hari ini, tidak selamanya indah, dan segala sesuatu yang dianggap kurang, bisa menjadi sesuatu hal yang paling disyukuri nantinya. Percayalah :)
Barakallahu fiikum.
-Tulisan seseorang semoga Allah menjaganya
Jaga hatimu baik-baik, Na
Yang betul-betul menginginkanmu tak akan melepaskanmu, meski hanya dalam do’a
Ia tak akan membuatmu bertanya-tanya dengan bagaimana hatinya
Ia tak akan membuatmu resah dalam penantianmu
Perihal seseorang itu
Cukupkan ia dengan do'a-do'a terbaikmu
Karena ternyata, menerima seseorang yang mau menerima kita itu lebih baik
Waktu selalu memberi kesempatan manusia untuk berubah
Walau pada akhirnya, tak semua cerita harus diingat
Hanya saja, setiap bagian cerita itu akan selalu ada yang bisa dipetik menjadi sebuah pengalaman terbaik
Hari ini dan hari-hari setelahnya mungkin bukan hal yang mudah untuk ku
Tapi semoga aku bisa selalu menjaga
Aku hanya memberi jarak
Aku hanya memberi ruang
Agar hubunganku dengan penciptaku semakin berkualitas
Namun kutetap berdoa untuknya yang terbaik
Sebab yang kuinginkan sebuah hubungan yang Allah pun meridhoinya
Kutitipkan seseorang itu pada Allah dengan sebaik-baiknya penjagaan
Aku menitipkan seluruh perasaan ini kepada Rabb-ku
Jika kelak kita sudah disandingkan, aku ingin menjaganya dengan baik
Dan aku harap dengannya, aku bisa menjadi diriku sendiri yang lebih baik
Merencanakan hal bersama, saling membantu dan mengingatkan kesalahan masing-masing adalah hal sederhana yang ingin kulakukan bersamanya
Sebelum sampai pada hubungan yang halal, tetaplah sama-sama menjaga
Aku menjagamu dengan cara paling diam
Tapi betapa riuhnya doa-doaku naik ke atas sana
Do'a di sepertiga malamku
"Bertemu denganmu di takdir terbaik menurut Allah"
-Kd
Sumber gambar: instagram byldf
Sumber gambar: dokumentasi pribadi (lokasi Semarang)
Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyelami kehidupannya masing-masing. Menyelami samudera kehidupan, yang dalam dan bergelombang. Aku bukan perenang yang handal, bukan juga penyelam yang handal. Saat air membawa tubuhku. Kemungkinan aku akan menyatu dengan air itu. Akan ku bawa seluruh rasa yang ada dan ku biarkan larut bersama. Walau hanya sekadar rasa, tak kan ku biarkan rasa itu menghilang tanpa jejak. Agar menjadi catatan yang dapat dipahami oleh siapa yang mengerti rasa itu.
Dalam kesunyian, kekosongan, dan keheningan, ada hal yang dapat direnungkan. Di kedalaman, banyak sekali rahasia yang tak terlihat dan tak terbaca. Di antara semua rahasia itu, banyak yang pantas untuk disebut sebab semua terwujud. Menyelami kehidupan itu sendiri, akan lebih punya makna ketika bisa menyentak kesadaran. Sadar akan segala sesuatu yang tidak harus selalu beriringan dengan kemauan kita.
Kehidupan itu bagaikan lautan yang harus diarungi. Arti hidup sebenarnya ketika hati mulai lelah, namun harus tetap bertahan, ketika harapan harus menjadi kenyataan, ketika segala sesuatu harus diperjuangkan, karena usaha akan selalu berbanding lurus dengan hasilnya. Rahasia dalam kehidupan ini biarlah tetap menjadi rahasia, sedalam apapun kita menyelami kehidupan, tidak semua hal bisa kita dapatkan. Namun, kita harus tetap berikhtiar, dan percaya takdirNya pasti yang terbaik.
-Kd